Every Color Is My Favorite

Berbicara tentang warna, saya paling suka mantengin pemandangan alam yang hijau dedaunan dengan latar belakang langit biru dari kejauhan. Terkesan wide angle view. Tidak tahu kenapa ketika terlalu lama mantengin suguhan pemandangan alam kesannya menjadi seperti orang bingung, terpesona dengan rangkaian bentuk dan warna. Melihat indahnya pemandangan membuat hati ini seperti terhipnotis. Ketika angin berhembus menyapa badan yang sedang merenung. Membuat pikiran ini bertanya-tanya tentang origin of life, aneh. Apakah kehidupan hidup ini benar-benar nyata?

Tentang warna tadi, semuanya favorit. Kenapa semuanya favorit? Saya tidak teralu paham dengan banyak filosofi dan makna tentang warna, tidak ingin selalu memaknai segala hal juga. Mungkin karena saya suka dengan hal-hal visual, kebetulan suka dengan ilustrasi desain dan sudah terbiasa dengan program pengolah grafis. Daftar warna dasar dalam palet itu menjadi bagian favorite saya. Ketika membuat sebuah  ilustrasi ada saatnya untuk mewarnai, bagian yang saya sukai. Dengan warna-warna yang ada, ingin rasanya cepat-cepat bereksperimen dari warna satu dengan yang lainnya hingga membentuk sebuah visual yang lebih kompleks dan beragam. “True Colors”. Saya suka dengan istilah itu.

Di dunia ini, ada banyak sekali yang namanya perbedaan. Beda suku, latar belakang, profesi, dan masih banyak lagi. Perbedaan itu menjadi sebuah keberagaman dan saya akan senang jika mereka 'kita semua' saling bergandengan, bergerak maju membangun peradaban yang lebih baik dan tentunya adil tanpa memandang perbedaan. Karena perbedaan itu adalah bagian dari keragaman. Tapi realita tak selalu sesuai harapan. Pasti ada yang tidak sesuai. Ada banyak manusia dengan karakter dan pandangan hidup yang berbeda-beda. Perlu usaha luar biasa untuk menyadarkan mereka semua agar mempunya tujuan yang sama, bergandengan tadi.

Seseorang, pernah bilang ke saya bahwa semua orang itu sama. Tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Dalam konteks, mana yang lebih hebat. Semua itu tentang mana yang lebih tahu terlebih dulu. Intinya, tergantung pada diri masing-masing, bagaimana cara kita bersikap dan memandang derajat orang lain.

Seburuk-buruknya manusia pasti ingin merasa terhormat dan dihargai. Belajarlah bagaimana caranya menjadi baik tanpa pandang bulu. Menghargai orang lain saja belum tentu dihargai balik, terkadang ada orang yang akan semakin menindas. Semua itu tentang bagaimana caranya ikhlas dan sabar menghadapinya dan tetap menjadi orang baik.

4 komentar
  1. Damainya masih pikiran ente.. keren bet jadi stelah baca tulisan ente tuh jadi bawaaanya tenang aja gitu.. walaupun bnyak bet pikiran gua yg bertentangan so far gua nikmatin bet karya ente.. ada jadwal up kah? Or random

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Benar benar pecinta Nature mas Amir.

    Ada yang pernah bilang
    'If you truly love nature, you will find beauty everywhere.'

    yang membuat dunia ini indah bukan karena kondisi yang ada,
    tapi bagaimana pikiran kita menilai lingkungan itu sendiri.

    BalasHapus

komentarnya dongg