Perjalanan Menuju Telaga Kumpe Terpencil di Banyumas

Perjalanan kami dimulai berboncengan menggunakan sepeda motor. Saya dan salah seorang teman saya. Kami berangkat sekitar pukul sembilan lebih. Kami adalah orang Kebumen. Tempat yang akan kami tuju adalah sebuah objek wisata bernama Telaga Kumpe yang berada di Banyumas, tepatnya di kecamatan Cilongok. Cukup jauh memang dari wilayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. 

Perjalanan kami bukan tanpa alasan. Kami memang sengaja pergi ke daerah Banyumas untuk mencari lokasi wisata yang cocok untuk dijadikan lokasi shooting video klip milik teman saya ini.

Lokasi pertama yang kami tuju adalah rumah temannya teman saya yang tinggal di Purwokerto. Okelah, teman kami yang lain. Kami pun berangkat dari Gombong ke arah barat menuju kabupaten Banyumas.

Ini pertama kali saya pergi ke Purwokerto sebagai tujuan singgah pertama sebelum ke Telaga , jadi saya sangat antusias dengan perjalanan ini. 

Tak ada yang spesial selama perjalanan. Saya hanya duduk dibonceng oleh teman saya, yang bisa saya lakukan hanya melihat kanan dan kiri. Agak pegel juga ya selama perjalanan tapi perasaan saya sangat excited. Wajar kalau badan terasa pegal selama perjalanan karena waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar dua jam an lebih.

Sampai di Purwokerto

Setelah sampai di kabupaten banyumas, Kami sempat melewati alun-alun Kota Purwokerto. Sungguh luar biasah. Kota yang rapih dan bersih, seperti kota metropolitan. Kami sudah berada di Kecamatan Purwokerto. Selanjutnya lokasi yang kami tuju adalah desa tempat tinggal teman kami. Karena kami juga belum tahu lokasi persisnya, kami hanyak mengikuti petunjuk live location map. Meluncur lagi, perjalanan masih jauh. Lagi lagi saya hanya memandangi kanan kiri dengan rasa sedikit ndeso melihat bangunan bangunan indah dan tinggi.

Singkat cerita kami sudah sampai di rumah teman kami sekitar jam 11 di desa Purwosari. Kami pun istirahat selama beberapa jam sembari ngopi. Kami juga sembari memperkirakan perjalanan menuju lokasi wisata untuk menghindari kemungkinan jalan-jalan yang ditutup karena pandemi.

Menuju Lokasi Telaga Kumpe - Cilongok

Setelah beberapa jam kami beristirahat. Kami bertiga langsung bergegas menuju telaga kumpe sembari khwatir hujan turun. Cuaca nampaknya cukup bersahabat, tidak terlalu mendukung juga tidak terlalu panas.

Perjalanan kami ternyata masih cukup jauh. Yang kami tuju adalah daerah terpencil di bukit hutan belantara di Kecamatan Cilongok. Untunglah masih bisa diakses dengan menaiki sepeda motor. Mobil pun sebenarnya bisa, tetapi harus ekstra hati-hati karena jalan yang dilalui sedikit sempit dan terjal.



Kami pun menjauh dari perkotaan. Setelah sampai diperbukitan 


Sampai di Telaga Kumpe

Saya cukup terkesan ketika sampai. Kami masuk melewati pintu gerbang dan membayar tiket Rp 5.000 per orang. Setelah melewati perjalanan panjang dan melewati perbukitan terjal rasanya terbayarkan sudah. Kami pun bergegas untuk ekslplorasi tempat ini.Telaga kumpe ini adalah sebuah danau yang letaknya jauh sekali dari pemukiman. Sungguh luar biasah. Ini pertama kalinya saya melihat sebuah danau.

Di tengah danau ada sebuah gundukan tanah kecil yang terlihat seperti pulau. Alhasil danau ini seperti danau Toba yang terkenal itu, tapi versi mini.
Lokasinya berada di cekungan dan sekeliling danau ini adalah perbukitan yang asri. Di tepian telaga terdapat gubug-gubug mini dari kayu yang kece abis. Terdapat juga jembata yang menjorok ke tengah danau seperti dermaga. Kalau kalian main ke sini, kalian juga bisa menyusuri telaga Kumpe ini dengan menyewa perahu sampan yang tersedia di sana. Pokoknya bakalan romantis sekali dengan pasangan.

Suasananya begitu dan dingin. Saya sangat terkesan dengan udara di sini. Segar, jauh dari polusi. Tarikan nafas yang freshhh.

Fasilitas warung pun tidak ketinggalan. Kalian yang tiba-tiba lapar tidak usah khawatir karena di sini terdapat warung-warung yang menjual aneka makanan. 



Saya sempat khawatir karena cuaca sednag mendung. Sempat gerimis dan angin sedikit kencang. Syukurlah tidak sampai hujan deras. Kami pun akhirnya memutuskan untuk membuat video di sini pada keesokan harinya. Situasinya sepi. Ketika kami datang lagi pada keesokan harinya tepat pada Hari Minggu, telaga Kumpe ini sangat ramai pengunjung.
16 komentar
  1. Purwokerto, Banyumas, Kebumen dan sekitarnya memang keren. Daerah favorit saya. Saya pernah tinggal di Purwokerto dan dulu sering berlibur ke Gombong. Alamnya memang masih asri, selokan saja airnya bening dan banyak ikannya. Satu yang masih jadi target saya dan belum tercapai, makan sate ambal di tempat asal mulanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bapak saya Cepu, Blora, ibu saya Tegal. Saya lahir di Cepu, pernah sekolah di Tegal, pindah rumah ke Balapulang, kerja di Purwoketo. Sering main ke keluarga yang ada di Tegal, Kebumen, dan sekitarnya.

      Hapus
  2. Saya asli orang Sunda, jadi belum pernah liburan ke daerah banyumas atau jateng gitu. Tapi, jadi pengen liburan ke Banyumas, katanya banyak destinasi wisata disana

    BalasHapus
  3. Wahhh.. suka travelling nih.. sambil mencoba melakukan beberapa pemotretan & riset ttg sebuah hasil karya kesenian dari daerah2 yg telah anda kunjungin..

    Sya titip link artikel ya yg berkaitan ttg seni fotografi pemandangan alam.. semoga bermanfaat utk anda 👏👏

    https://www.tegaraya.com/2020/08/fotografi-aliran-landscape-pemandangan-alam.html?m=1

    BalasHapus
  4. Pas banget bacanya sambil nyantai, artikelnya menarik mas, terima kasih sudah nyisipin foto-foto perjalanannya, serasa diajak liburan hahaha.

    BalasHapus
  5. Wah keren ya view nya, pas baca jadi ikut fresh juga. Masih hijau dan asri. Semoga semakin berkembang wisata alamnya, namun tetap terjaga keasriannya, tidak dirusak wisatawan-wisatawan yang kurang bertanggung jawab.

    BalasHapus
  6. Lihat fotonya yang banyak pohon, jadi kebanyang udara segarnya. Jadi kangen jalan-jalan ke tempat bernuansa alam begini. Makasih infonya. Bisa jadi rekomendasi nih kalau nanti berkesempatan ke Banyumas.

    BalasHapus
  7. Jadi berapa mas total pengaluarannya?

    BalasHapus
  8. Jadi berapa mas total pengaluarannya?

    Kayaknyaa seru deh ajak temen-temen nongkrong buat main ke sana.

    BalasHapus
  9. Saya juga sangat suka perjalanan, dan suka juga membaca catatan perjalanan. Makasih ya.

    BalasHapus
  10. aku juga ngerasa banyumas purwokerto itu bersiiiih banget...bahkan ada satu lagi yang bersih juga dan kayaknya emang pemdanya ini konsen di tata kota yang ketat sama pkl jadinya ya teratur...yaitu adalah...banjarnegara heheh

    kalau yang telaga kumpe ini bagus juga ya, bersih airnya...jernih gitu kelihatannya..terlebih cuaca juga lagi mendung tapi alhamdulilah ga sampai hujan ya.kalau hujan deres repot juga kecuali ngiyup sambil makan mie rebus hehehe

    BalasHapus
  11. waw, keren banget kak , sampe sekarang saya belum pernah menginjakan kaki ke banyumas. semoga segera bisa treveling kesana

    BalasHapus
  12. Waah seru baanget perjalanannya kak! Semoga bisa kesana kalau ada kesempatan

    BalasHapus
  13. kok bagus si kak, wah... sayang jalannya belum aspal kah pas masuk hutan itu?

    BalasHapus
  14. Keren banget kayanya telaganya. Pingin rasanya camping disana

    BalasHapus
  15. Sedari dulu mau jelajah Banyumas dan sekitarnya belum juga terlaksana. Padahal ada banyak kawan. Baca-baca dulu, kalia aja besok ada waktu ke sana. Kepikiran buat gowes ahahhaha

    BalasHapus

komentarnya dongg