10 Tempat Wisata di Tokyo Favorit Saya

Jepang mempunyai 4 musim yaitu musim semi (Maret-Mei), panas (Juni-Agustus), gugur (September-November), dan dingin (Desember-Februari). Karenanya Tokyo pun mempunyai musim-musim tersebut dimana setiap musim mempunyai keunikan pemandangan alam dan tradisi tersendiri.

Misalnya di musim semi bunga sakura bermekaran dan Tokyo Grand Sumo Tournamnet digelar. Di musim panas ada festival kembang api, di musim gugur saatnya berjalan-jalan menikmati guguran daun warna-warni. Dan di musim dingin kamu bisa membeli fukubukuro (tas keberuntungan).

Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Jika saya berkesempatan berlibur ke Tokyo, berikut tempat wisata di Tokyo yang akan saya kunjungi.

#1 Rumah Teh Kosoan

sumber: kosoan.co.jp

Rumah teh ini terletak di taman belakang sebuah rumah tua tradisional Jepang. Mempunyai dua ruangan yang satu lebih kecil dan menawarkan privasi, sedangkan ruangan lainnya lebih luas.

Bangunannya bergaya tradisional Jepang, dimana kamu duduk di bantal dan minum teh yang disajikan di meja rendah. Suasananya tenang karena sepertinya jumlah pengunjung dibatasi. Melalui kaca dan pintu yang dibuka lebar kamu bisa memandangi taman yang apik dan damai.

Interior Kosoan juga tak kalah menarik. Ruangannya dihiasi dengan lukisan tradisional, boneka Jepang, beberapa pedang kayu, lemari kayu, dan keramik.

Memesan menu cukup mudah karena bergambar dan ditulis dalam bahasa Jepang dan Inggris. Selain teh tradisional juga ada minuman es, kopi, dan milkshake. Biasanya minuman disajikan bersama dengan penganan manis khas Jepang.

Alamat: 1-Chome-24-23 Jiyugaoka, Meguro-ku, Tokyo 152-0035, Japan
Website: http://kosoan.co.jp/


#2 Institute for Nature Study

Sumber: japan-guide.com

Tempat ini adalah cagar alam yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan alami hutan dan tanah basah Tokyo. Juga digunakan sebagai sarana penelitian dan pendidikan. Tempatnya tenang, enak sekali menyusuri jalan setapak di dalamnya sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Penuh dengan tanaman dan pepohonan bahkan ada pohon pinus dari jaman Edo berusia 300an tahun. Juga ada kolam, danau, dan reruntuhan bangunan dari masa silam.

Alamat: 5-21-5, Shirokanedai, Minato-ku, Tokyo 108-0071

#3 Ghibli Museum, Mitaka

Sumber: https://www.itinari.com/the-ghibli-museum-for-the-love-of-animation-enow


Museum yang satu ini tak bakal saya lewatkan jika saya ada di Tokyo. Ghibli Museum adalah tempat menampilkan karya-karya Studio Ghibli, studio yang memproduksi film-film animasi bagus kesukaan saya.

Bangunan museum ini lucu berwarna-warni. Totoro makhluk besar dari film My Neighbor Totoro, akan kamu temui sebelum kamu memasuki bangunan. Yuk, masuk ke museumnya!

The Space of Wonder

Untuk mengunjungi Ghibli Museum kamu harus reservasi lebih dulu. Di ruang The Space of Wonder ini kupon reservasi ditukar dengan tiket. Unik, tiketnya berupa film 35 mm asli yang jika dilihat di tempat terang akan kelihatan scene salah satu film Studio Ghibli.

Ruang ini dindingnya bergambar pohon buah-buahan yang menjalar hingga ke langit-langit berkumpul mengelilingi matahari yang terang. Kalau diperhatikan ada beberapa karakter dari film Studio Ghibli yang terbang di sekitar tanaman, langit, dan awan.

Central Hall

Aula tengah ini mempunyai arsitektur yang tidak biasa, seperti yang sering muncul di film-film Ghibli. Ada paus kuning di kubah kaca, tangga spiral, jembatan, dan teras yang menjorok.

Where a Film is Born

Adalah 5 ruangan di lantai pertama yang menggambarkan bagaimana sebuah film animasi dibuat. Misalnya ada ruang kerja animator yang berisi buku dan mainan sebagai sumber inspirasi. Ilustrasi dan sketsa bertebaran di lembar-lembar kertas di dinding dan meja kerja.

Saturn Theater

Theater kecil ini berada di basement dan berkapasitas 80 kursi. Ini salah satu tempat yang ingin saya datangi, karena di sini bisa menonton film-film animasi pendek yang hanya diputar di museum ini. Misalnya Mei and the Kittenbus, Koro’s Big Day Out, Treasure Hunting, dan banyak lagi.

Tri Hawks

Perpustakaan yang berisi buku-buku anak pilihan. Meski isinya buku anak saya dengan senang hati akan baca-baca buku di sini. Tapi semoga bukunya setidaknya berbahasa Inggris.

Cat Bus

Di lantai dua ada Cat Bus berukuran besar berbulu lembut. Makhluk unik ini ada di film My Neighbor Totoro, seekor kucing yang sekaligus bis. Sayangnya yang bisa naik Cat Bus di museum hanya anak berusia 12 tahun ke bawah.

Robot Soldier di Atap

Dari teras ruang Cat Bus ada tangga spiral sampai ke atap. Ada Robot Soldier setinggi 5 meter dari film Castle in the Sky di atap yang penuh rerumputan.

Mamma Aiuto

Ini adalah toko yang menjual merchandise film-film Ghibli. Ada pakaian, music box, figur, hiasan, mainan, hingga jam tangan unik.

Alamat: 1-1-83 Shimorenjaku, Mitaka-shi, Tokyo 181-0013
Website: https://www.ghibli-museum.jp/en/

#4 Kapal Pesiar Yakatabune

Yakatabune adalah kapal pesiar tradisional Jepang yang dimulai dari Era Heian (794-1185). Kapal kecil dari kayu dengan penerangan lentera untuk menjamu makan malam para tamu. Selain makan tamu juga dihibur dengan musik dan pembacaan puisi tradisional.
Sumber: wikipedia.org

Dulu hanya penguasa, samurai, dan pedagang kaya yang menikmati Yakatabune. Baru di akhir abad ke-19 kapal pesiar ini dibuka untuk umum.

Kalau punya sisa uang yang banyak saya ingin menyewa privat Yakatabune di musim semi. Makan siang di kapal, menikmati musik tradisional Jepang. Menyusuri sungai Sumida dan memanjakan mata melihat bunga sakura bermekaran di tepian.

#5 Menonton Pertandingan dan Latihan Sumo

Sumber: wikipedia.org

Ryogoku adalah daerah di Sumida-ku, Tokyo yang menjadi pusat sumo dunia. Di sini ada Ryogoku Kokugikan, stadium sumo yang menjadi tempat 3 dari 6 turnamen sumo tahunan Jepang. Tentu kalau saya ke Ryogoku harus menonton pertandingan sumo di stadium yang kapasitasnya 11.000an orang itu.

Ryogoku juga mempunyai banyak perguruan sumo, restoran chanko (makanan tradisional pegulat sumo), dan hal-hal terkait sumo lainnya. Setahu saya umumnya perguruan-perguruan itu tertutup untuk dikunjungi. Namun ada satu yang dibuka untuk turis yaitu Arashio Beya, letaknya tidak di Sumida-ku, tapi di Chuo-ku.

Hampir setiap hari jam 07.30-10.00 pagi, rikishi (pesumo profesional) di Arashio Beya melakukan keiko (latihan pagi). Kita diperbolehkan menonton latihan itu melalui jendela kaca besar dari tepi jalan, karena tidak diijinkan untuk memasuki bangunan Arashio Beya. Menontonnya pun harus tenang tidak boleh sambil ngobrol, makan, minum, dan memotret tanpa ijin.

Ryogoku Kokugikan: 1 Chome-3-28 Yokoami, Sumida-ku, Tokyo 130-0015
Arashio Beya: 2-47-2, Hama-cho Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo Tokyo 103-0007


#6 Kelas Kaligrafi Jepang


Tokyo mempunyai tempat-tempat untuk belajar shodo (kaligrafi Jepang). Kalau waktu yang terluang sedikit bisa belajar di kelas sensei Kaneko Youshun, di 5 Chome-8-5 Higashiogu, Arakawa-ku, Tokyo 116-0012.

Beliau mempunya kelas 1 jam yang memperkenalkan pemula pada shodo. Kalau kamu ikut kelas yang 2 jam selain shodo juga akan diajari sado (upacara minum teh Jepang), dan kokedama (tanaman hias kecil yang ditanam di segumpal tanah tertutup lumut). Kalau mau lebih serius bisa ikut kelas shodo amatir (10an jam) atau shodo intermediate (20an jam).

Kelas sensei Yamamoto Kouga terletak di #408 Roppongi Hights, 4-1-16, Roppongi, Minato-ku, Tokyo 106-0032. Sepertinya yang ini lebih cocok untuk mereka yang memang suka dengan shodo dan tinggal di Tokyo cukup lama. Karena kelas pemulanya memakan waktu sekitar 6 bulan, lalu kelas-kelas lanjutannya masing-masing 3 bulan.


#7 Rikugien Garden

Tsutsuji no chaya di musim gugur, Rikugien Graden, sumber: japan-guide.com

Taman indah bertema gunung dan kolam ini dibuat berdasarkan puisi Waka, pada tahun ke-15 Periode Genroku (1702). Perancangnya adalah Yanagisawa Yoshiyasu, orang kepercayaan shogun Tokugawa Tsunayoshi. Nama Rikugien mengacu pada sistem pembagian puisi Tiongkok menjadi enam kategori, yang juga mempengaruhi pembagian puisi Waka Jepang.

Banyak yang bisa dilihat di taman ini, di dekat gerbang ada pohon sakura yang bunganya mekar penuh pada akhir Maret, rantingnya meliuk ke bawah seperti air terjun. Deshio no minato adalah nama salah satu tepian kolam yang mempunyai pemandangan indah.

Imoyama dan seyama adalah dua bukit taman yang terletak di naka no shima, sebuah pulau di kolam. Sasakani no michi adalah jalan setapak sempit yang menyenangkan untuk berjalan-jalan, dipagari berbagai tanaman dan pohon yang asri. Lalu ada togetsukyo, jembatan batu ini dinamai dari puisi Waka yang terkenal tentang pemandangan bulan yang bergerak melintasi langit ditingkahi tangisan burung bangau di sawah.

Dan yang membuat saya makin suka dengan taman ini adalah di dalamnya ada rumah teh. Sejauh yang saya tahu setidaknya ada tiga.

Pertama tsutsuji no chaya yang dibangun pada Periode Meiji (1868-1912). Bangunannya indah pemandangan sekelilingnya juga, apalagi jika musim gugur ketika dedaunan maple berubah menjadi merah.

Kedua adalah takimi no chaya yang letaknya di tepi sungai. Sambil ngeteh menikmati aliran air di antara bebatuan, damai sekali. Ketiga adalah fukiage no chaya yang ada di tengah taman.

Alamat: 6-16-3 Hon-komagome, Bunkyo-ku, Tokyo 113-0021

#8 Koishikawa Korakuen Garden


Dibangun pada sekitar 1600an taman ini memiliki kolam di tengahnya dan perbukitan. Konsepnya selain bergaya Jepang juga banyak mengambil dari Cina seperti danau Seiko, jembatan bulan purnama, dan lainnya. Nama Korakuen diambil dari teks Cina yang artinya taman untuk menikmati kekuasaan di kemudian hari.

Yang bisa dilihat di taman ini antara lain pohon sakura, jembatan bulan purnama, sawah, naitei (taman dalam) yang mempunyai guesthouse. Juga ada air terjun mini, sungai, dan kebun bunga.

Alamat: 1-6-6 Koraku, Bunkyo-ku, Tokyo 112-0004

#9 Lembah Todoroki


Berupa jalan setapak menyelusuri tepian sungai, kalau tidak salah sungai Yazawa. Panjang lembah alami ini hanya sekitar 1,2 km, bagi saya paling enak jalan-jalan di sini kalau tempatnya sedang sepi.

Jalannya sehari-hari digunakan oleh warga setempat. Sepanjang jalan gemericik aliran sungai memanjakan telinga. Ada beberapa bangku yang bisa digunakan untuk duduk-duduk.

Selain pepohonan dan burung-burung lembah cantik ini juga mempunyai mata air alami. Ada kuil kecil, air terjun, dan rumah teh bernama Setsugetsuka yang menyajikan teh hijau dan makanan pendamping. Kamu juga bisa mampir ke kuil yang lebih besar, Todoroki Fudosan, atau ke sebuah taman kecil dan duduk di hamparan rumputnya.


#10 Shunkaen Bonsai Museum


[embed]https://www.youtube.com/watch?v=KwsS-uv-IYw[/embed]

Meski bukan praktisi, sejak kecil saya menyukai keindahan bonsai, pohon mini yang artistik. Karena itu jika di Tokyo saya tidak akan melewatkan mengunjungi Shunkaen Bonsai Museum.

Museum ini milik Kunio Kobayashi seorang master bonsai terkenal. Berupa sebuah taman berisi banyak sekali pohon bonsai luar biasa dengan berbagai ukuran. Beberapa bahkan berusia ratusan tahun dan terpelihara dengan sangat baik.

Selain museum sensei Kobayashi juga mengajar kelas bonsai. Ada kelas 1 jam yang mengajarkan teori dan praktek dasar-dasar bonsai. Dengan biaya tambahan kamu bisa membawa pulang bonsai hasil kreasimu.

Untuk yang lebih serius ada kelas internasional, dimana murid belajar dan tinggal di tempat sensei Kobayashi. Disarankan untuk mengambil setidaknya yang 1 bulan tapi lebih singkat dari itu juga diperbolehkan. Selama belajar murid akan bekerja dengan sensei Kobayashi dan murid-murid lainnya dan mendapatkan sertifikat kelulusan.

Alamat: 〒132-0001 Shinbori 1-29-16,Edogawa-ku,Tokyo

Purwanto adalah seorang praktisi SEO yang telah mempunyai client dari manca negara. Salah satu kelas SEO-nya yang bisa diakses Panduan Dasar Ngeblog, gratis!

Referensi:

https://en.japantravel.com/tokyo/kosoan-teahouse/30028

https://www.japan-guide.com/e/e3022.html

http://arashio.net/tour_e.html

https://tokyocalligraphyclass.com/

https://calligraphy-art.jp/english/

http://www.ins.kahaku.go.jp/english/introduction/index.html

https://www.japan-guide.com/e/e3044.html

https://www.tokyo-park.or.jp/teien/en/rikugien/

https://www.tokyo-park.or.jp/teien/en/koishikawa/

http://www.kunio-kobayashi.com/en/index.html

https://tokyocheapo.com/entertainment/todoroki-valley-tokyo-secret-escape/

https://www.gotokyo.org/en/destinations/waterfront/yakatabune-boat-cruises.html

2 komentar
  1. semoga tercapai keinginannya untuk berkunjung ke Jepang ya kak, doa bareng yang kenceng, saya juga pengen banget kesana, pesona alam dan kearifan lokalnya yang membuat saya penasaran untuk berkunjung ke Jepang

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. semoga sama-sama tercapai ya :)

      Hapus

komentarnya dongg