Dari Buka Bersama Hingga Pengalaman Pertama Naik Wahana Kora-kora

Waktu itu, dua hari menjelang lebaran kondisi jalanan sangat ramai. Para pemudik berbondong-bondong menuju kampung halaman. Saat itu saya sedang mengantar pesanan ke konsumen. Sedikit malas karena jalanan ramai dan sedikit macet, ditambah cuaca terik yang membuat kepala pusing. Ramadan 2022 kali ini saya bersama teman-teman satu alumni kembali mengadakan acara buka bersama. Setiap tahun kami memang selalu mengadakan buka bersama. Alasannya hanya sekedar temu kangen dan ngobrol. Setelah menyelesaiakan urusan pribadi, saya langsung menuju rumah kawan saya untuk menjemputnya.

amirul faozi
Jaket ijo

Senja hampir tiba, suara klakson dan bising suara mesin di jalanan yang ramai, saya dan teman saya bergegas menuju tempat buka bersama karena waktu berbuka segera tiba. Di sana, ternyata saya masih datang terlalu awal. Masih ada beberapa anak lagi yang belum sampai. Sambil menunggu waktu berbuka, kami saling bercerita dan bercanda ria. Ada yang curhat tentang masalah hidup, nanya kabar yang tidak bisa datang. Indahnya menyaksikan sekumpulan manusia dengan wajah dan karakter uniknya masing-masing. Saya? lagian saya tipe orang yang lebih suka mendengar dan menanggapi cerita orang lain dibanding harus bercerita secara langsung. Kecuali jika memang ditanya untuk bercerita, barulah saya akan bercerita. Saling berbagi keluh kesah di umur 20an. Mereka terlalu semangat untuk cerita hal-hal yang lucu dan sangat absurd. Tapi itu yang membuat suasana menjadi cair. Mungkin kami adalah sekumpulan orang paling absurd di antara semua pengunjung di tempat itu.


Pasar Malam di Alun-alun Karanganyar

Setelah selesai buka bersama kemudian kami terbesit untuk pergi ke pasar malam di karanganyar. Karanganyar adalah salah satu kecamatan di kabupaten Kebumen. Kebetulan kami lanjut jalan-jalan ke pasar malam. Ternyata di sana banyak sekali pengunjung. Kami pun bergegas mencari parkiran di sekeliling alun alun. Kami sempat berpisah karena jalan sangat ramai dan macet, namun akhirnya kami kembali berkumpul di area pasar malam. 

Setelah berkumpul di pasar malam, kami berkeliling area pasar malam. Banyak stand penjual. Namun tidak banyak makanan yang dijual disini hampir semua hanya itu-itu saja yang dijual, seperti sosis bakar dan minuman blender. Namun ada salah satu makanan favorit saya di sini, kebab. Walau porsinya terlihat kecil, tapi cukup membuat perut kenyang.

Pembuatan Kebab
Kebab di sini harganya Rp 13.000,-. Rasanya enak dengan saus mayonaise yang terasa sangat kuat, tapi saya suka. Awalnya, daging digoreng dengan mentega. Finishing akhir dengan banyak sayuran membuat kebab ini semakin kaya akan rasa. Kemudian dilipat dengan kulit kebab yang sudah digoreng agak gosong.  Perfect.

wahana anak-anak



pasar malam
suasana pasar malam

Pengalaman Pertama Naik Wahana Permainan Kora-kora

Dari awal, kami memang berniat untuk menaiki wahana ini. Karena ini akan menjadi pengalaman pertama kali, saya agak deg-degan dan penasaran. Tapi jujur, dari dulu saya belum pernah naik wahana yang ada di pasar malam. Sepintas saya lihat kora-kora ini cukup ekstrim. Saya pun berani untuk mencoba wahana satu ini untuk pertama kali. 

Kora-kora adalah wahana permainan mirip kapal bajak laut (pirate ship) yang berayun ke depan - belakang. Wahana permainan ini pertama kali diciptakan oleh Charles Albert Marshall dari Tulsa, Oklahoma antara 1893 dan 1897.

Lanjut, nampaknya kami agak canggung dikarenakan antrean cukup padat. Salah satu dari kami pun membeli tiketnya. Saya merasa tegang karena belum pernah menaiki wahana ini. Ditambah, banyak sekali orang yang berteriak ketakutan ketika di atas sana. Padahal, menurut saya tidak terlalu tinggi, saya pun menjadi sangat penasaran. Tapi sedikit parno karena berita yang baru muncul tentang insiden wahanan kora-kora waktu itu. Salah satu teman kami yang membeli tiket pun datang, harga tiketnya Rp 10.000,-. Kami kembali ke antrian,

Tak selang waktu lama, kami mendapatkan giliran menaiki wahana, kami langsung naik. Kebetulan kami mendapat tempat duduk agak paling pinggir, jadi akan lebih terasa ekstrim nanti.

Agak aneh ketika perahu mulai bergerak, ...cengengesan. Saya malah salah tingkah, dan orang-orang kemudian semakin berteriak ketika wahana mulai berayun tinggi. aaaaaaaaaaaa... this is happening aaaaaaaaa... rasanya aneh, bingung, jantung terasa seperti ketinggalan saat turun. rasanya seperti mau terjun bebas. Saya bahkan tak sempat untuk berteriak, mau teriak pun tak keluar, malah memejamkan mata duluan dan ketawa ketiwi, haha.

kora-kora
wahana kora-kora

Walau begitu, wahanan ini benar-benar bikin candu dan ingin lagi dan lagi. Ada kepuasan tersendiri ketika naik wahana ini, lega dan beban hidup luntur seketika. Saya ulangi, seketika. Dan, ketika waktu telah habis dalam hati saya berteriak, I want more, whoa! dan besoknya  saya naik kora-kora berkali-kali Gimana? kalian pernah naik wahana permainan kora-kora?
6 komentar
  1. Jadi teringat dulu temanku ada yang rumahnya Karanganyar hehehe

    Memang salah satu hal yang membuat berkumpul sama teman teman yang masih muda adalah cerita hal absurd dan yang lucu lucu ya. Aku juga lebih seringnya jadi pendengar wkwkwk..kalau suruh cerita ga ditanya duluan isin. Soale bocahe kalem hahahha

    oh kalau kora kora belum pernah nyoba, kayaknya aku ga berani deh kalau kayak diayun ayun gitu pasti keringat dingin wkwkwk

    tapi asyik juga ya dolan pasar malam dan nemu kebab. Aku jiga suka kebab sih apalagi yang daginge digoreng mentega agak gosongan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. habis naik kora-kora, saya malah tremor, gemeteran. tapi pengin lagi dan lagi, hehe

      Hapus
  2. Udah lamaaa gak ke pasar malam kayak gini. Seruuu sih naik kora-kora versi low budget. Tapi mungkin sambil dicek juga yaa apakah kondisinya aman, karena pernah lihat ada kasus kora-kora pasar malam mengeluarkan percikan api.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget. sebelum naik saya juga parno karena akhir akhir ini ada berita kurang enak soal wahana kora kora

      Hapus
  3. Semoga kita bertemu Ramadhan berikutnya...Aamiin

    BalasHapus

komentarnya dongg