Meriahnya Kebumen International Expo 2022

sumber jatengprov.go.id

Kebumen International Expo (KIE) - Merupakan event besar yang digelar selama delapan hari sejak 25 Juni hingga 2 Juli 2022, diselenggarakan selama delapan hari berturut-turut di Alun-alun Kota Kebumen. Event ini mengangkat tema “Napak Kabumian Nggayuh Kayangan”. Maknanya adalah upaya Pemerintah Kabupaten Kebumen untuk mengeksplorasi seluruh potensi daerah dalam rangka mewujudkan Kebumen yang Sejahtera Mandiri Berakhlak Bersama Rakyat.

Kebumen International Expo diisi dengan booth jualan dari perwakilan desa, kecamatan, kabupaten, bahkan ada yang dari luar provinsi. Ada banyak sekali aneka dagangan yang ada di event ini. Mulai dari makanan, seni kerajinan, pakaian, perhiasan, bahkan kendaraan pun ada.

Kali ini saya dan dua kawan saya mengunjungi KIE pada hari ke empat. Kami memutuskan untuk datang pada malam konser D'Masiv di KIE.

Sesampainya di parkiran,

"corona dah hilang kah?" celetuk saya kepada teman saya. 

"corona hoax!" candaan teman saya.

 "hahaha aku wes vaksin telu (3)!" (sudah vaksin ketiga).

HTM Kebumen International Expo

Di parkiran kami mencari tempat parkir yang sedikit leluasa. Setelah membayar parkir sebesar Rp 3.000,- kami langsung bergegas menuju loket pertiketan. Dari tadi memang saya lihat sangat ramai dan banyak kerumunan. Orang-orang juga sudah tidak memakai masker. Bahkan tidak ada pengecekan suhu.

Dari tempat parkir menuju alun-alun jaraknya lumayan jauh, sekitar 1-2 kilometer. Tak jauh dari parkiran kami sampai di loket pembelian tiket masuk. Harga tiket masuknya adalah Rp25.000.



Saat kami berjalan menuju lokasi saya sempat melihat guru SD saya dulu yang sedang berjalan bersama anaknya tepat dibelakang saya. Demi apa, beberapa bulan lalu saya sempat bertemu dengan  beliau, wajahnya tak begitu banyak berubah seperti 10 tahun yang lalu, dan sekarang bertemu lagi. Awalnya saya tidak ingin menyapa karena saya pikir beliau tidak melihat saya. Akhirnya saya tengok ke belakang dan memutuskan untuk menyapanya, terlanjur sudah terlalu dekat. Masalahnya beliau bisa saja sudah tahu keberadaan saya di situ. Katanya beliau akan menjemput istrinya yang sedang jaga di salah satu booth di acara ini sepulang acara nanti.

Sampai di pintu masuk utama, petugas melakukan pengecekan pada kami dan pengunjung lainnya untuk memastikan tidak ada barang bawaan yang dilarang.  Dari lokasi pembelian tiket menuju alun-alun juga sebenarnya cukup jauh padahal kalau sedang tidak ada event seperti ini melewati jalan ini cukup jauh menuju alun-alun kebumen. Mungkin saja karena sedang dalam situasi santai dan rileks, yang sebenarnya jauh jadi tidak terlalu terasa. 

Area tenda ternyata cukup besar, mengelilingi alun-alun kota kebumen. Bahkan di salah satu tenda ada yang ber AC. Ketika saya keliling stand tanpa disari ternyata saya berjalan cukup jauh. Lumayan membuat kaki pegal-pegal. Tendanya bukan sekendar tenda yang jika tertiup angin akan terbang bebas, tapi seperti tenda gudang dengan rangka besi yang cukup kokoh.

Even sebesar ini tentu pasti ada posko medis untuk berjaga-jaga bila ada situasi darurat yang membutuhkan pertolongan medis, selain itu juga ada mobil pemadam kebakaran yang terparkir di area event ini.

beberapa kali saya harus mengecek kantong celana saya, hanya untuk memastikan saya tidak kecopetan.

Banyak Kegiatan Positif

Ada banyak kegiatan di siang harinya. Diikuti oleh para pelajar SD yang berasal dari sekolah di Kebumen. Salah satunya Parade Batik Jagad Kebumen yang diikuti oleh ratusan pelajar. Dalam parade ini, peserta mengikuti kegiatan membuat batik tulis motif jagad. Asyik banget yah, sebagai penikmat seni, kegiatan seperti itu sangat positif untuk melatih bakat dan minat siswa, memperkenalkan seni & budaya kepada generasi selanjutnya.

Selain itu, kegiatan lain seperti ajang memamerkan kreativitas dari menyanyi, dan menari yang diikuti para siswa, serta acar festival lain seperti Festival Gerak dan Lagu Profil Pelajar Pancasila.

Ajang Promosi Ekonomi Kreatif

Event sebesar ini tentu banyak sekali pihak yang terlibat, tak terkecuali para pelaku usaha mikro, kecil, dan UMKM. KIE bisa menjadi sebuah ajang promosi bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya. Di KIE ada perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Aneka Booth Pameran Menarik

Pertama kali masuk, saya langsung memasuki area tenda yang didalamnya terdapat banyak sekali booth untuk berjualan. Sempat ditegur petugas karena salah masuk melewati pintu keluar dan melawan arus pengunjung. Akhirnya saya balik lagi.

Nuansa tenda pertama benar-benar seperti pasar loak. Mulai dari baju anak, baju dewasa, sandal, aneka makanan, jajanan, aksesoris, dan lain-lain semuanya ada!



Keluar dari tenda pertama, wataw saya disambut dengan hamparan sampah plastik. Waduh memang nikmat sih tingal ser tidak perlu repot-repot mencari tempat sampah, tapi kan malah mengurangi kenyamanan dan kebersihan, serta jadi kurangnya nilai estetika.

Di tenda VIP susananya sungguh berbeda, bahkan tendanya ber-AC. Di tenda ini banyak diisi oleh umkm dan badan usaha ritel dan jasa, serta banyak kerajinan-kerajinan unik.






Lanjut ke tenda selanjutnya, sedikit panas dibandingkan yang tadi, karena tendanya sudah tidak menggunakan AC.


Dari sekian banyak booth yang ada, saya tertarik dengan salah satu booth dengan nuansa kebun dan pedesaan.

Ada pameran yang menarik di booth ini yaitu sebuah set hidroponik indoor farming. Keren, ini sih impian saya banget. Lumayan kan untuk berkebun di rumah dengan cara baru. Tentunya dengan cara hidroponik seperti ini lebih terlihat portabel dan estetik.
Set Hidroponik Indoor Farming

Suasana Booth Dinas Pertanian Kebumen

saya (tengah)

Konser Para Musisi Terkenal

Waktunya nonton konser!

Di hari keempat saat saya mengunjungi KIE adalah jadwal manggung D'Masiv. Konser dimulai sekitar jam 9 malam, tapi saya tidak langsung ke area konser karena saya harus meladeni perut yang sedang keroncongan. 

Setelah makan  kemudian  saya membeli minum. Situasinya agak mengantri, setelah minuman didapat, saya baru menyadari teman saya yang satu sempat menghilang, saya berusaha telfon namun sinyal saat itu sangat buruk jadi hanya suara putus-putus yang terdengar melalui telefon. Ketika saya muter-muter mencari karena konser segera dimulai, teman saya yang tadi menghilang ternyata juga sedang mencari saya, malahan dia habis nyantai ngopi di bawah pohon. Yaelah. Kemudian kami bertiga merapat ke konser yang ada di lapangan.

Dari awal mulai konser saya sangat antusias hanya untuk menunggu D'Masiv membawakan lagu miliknya yang berjudul "Jangan Menyerah". 

konser d'masiv di kebumen

Di pertengahan konser saat lagu tersebut sedang dibawakan, ketika saya sedang tidak fokus melihat momen di atas panggung, entah dari mana tiba-tiba ada Bapak Bupati yang sudah berdiri di atas panggung bersama Rian D'MASIV, Mereka berdua bercengkerama diiringi backsound musik dari grup band tersebut, bagaikan sahabat, walau sebenarnya dari pak bupati sangat kaku. Mereka berdua akhirnya duet di pertengah lagu, penonton juga sangat antusias kala itu.

Selesai Konser

Suasana kota di malam hari sungguh Indah. Sama sekali tidak ada kendaraan di area Expo, karena jalan ditutup total. Setelah konser selesai kami sempat duduk-duduk di pinggir alun-alun kota kebumen. Tak terasa kami duduk terlalu lama, suasananya juga sudah sangat sepi. Tidak terlalu penting memang yang kami bicarakan, kebanyakan malah membicarakan filsafat dan tentang origin alam semesta, hahaha. Begitulah saya, sebegitu menariknya tentang alam semesta. Hanya beberapa orang saja yang berjalan sedang bersiap-siap pulang, serta ada petugas yang merapihkan  beberapa pagar penghalang. Kemudian kami berjalan menuju tempat parkir yang sudah sepi. Hawa dingin mulai terasa, menandakan waktu sudah larut malam. See you next!
2 komentar
  1. Acaranya seru sekali ya mas,
    pasti asyik kalau datang ke sana bareng dengan teman teman.

    BalasHapus

komentarnya dongg