Drama Sepatu Hilang, Hingga Pulang Nyeker


Ketika sedang mencari-cari kerang di dalam pasir tepat di deburan ombak bersama dua orang teman saya, sontak saya langsung kaget. Seperti tak sengaja menangkap sesuatu, dalam benak saya jangan-jangan ular laut atau binatang lunak yang bentuknya menggelikan. Langsung saya lempar ke daratan karena penasaran, ternyata hanya seekor ikan kecil yang tubuhnya mirip ikan sapu-sapu, kami tertawa brutal hahaha. Syukurlah bukan ubur-ubur, karena kata orang-orang jika tersengat ubur-ubur bisa menimbulkan efek serius. Kami berencana memasak ikan ini dengan kerang-kerang yang sudah mulai terkumpul banyak. Di saat kami masih terheran-heran dengan ikan itu, eh malah ada ombak besar tiba-tiba datang menghantam, kami pun kocar-kacir, ikannya tersapu ombak dan kembali ke laut dengan bahagia.

Sebelum itu karena hari ini libur, saya lebih sering rebahan di kasur pagi-pagi sambil scrolling media sosial. Melihat konten-konten yang jarang sekali berfaedah, bahkan lebih banyak konten ampas. Hingga saya menyadari terjebak dalam situasi seperti ini hanya buang-buang waktu. Herannya lagi, situasi seperti ini akan terulang hampir setiap hari.

Salah satu hal yang kurang saya suka adalah sesuatu yang serba mendadak. Setidaknya saya punya momen untuk berpikir dengan tenang. Tidak masalah sebenarnya jika akhirnya saya menikmati prosesnya. Lalu apa yang harus dipermasalahkan? Yang pasti, saya berusaha untuk menjadi orang yang cekatan dalam membuat keputusan. Terlalu takut jika tidak memikirkan konsekuensinya di awal. Oke, saya akan lebih positif.

Cahaya hangat mentari pagi menerobos masuk saat saya membuka jendela kamar. Hari Jumat kali ini sepertinya akan cerah, dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, sering hujan. Pada bulan Desember biasanya curah hujan memang sedang tinggi. Pokoknya hari libur ini saya ingin lebih banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat. Beberapa waktu belakangan saya juga sering merasa stres perihal pekerjaan serta gara-gara kurang tidur. Tiba-tiba teman saya mengirim pesan whatsapp, mengajak saya ke pantai. Sebenarnya saya memang sedang bosan, tapi mau bagaimana lagi, saya butuh udara segar juga, saya jadi enggan untuk menolak. Lagi-lagi mendadak, paling tidak jika saya akan pergi ke suatu tempat biasanya prepare dulu dari beberapa hari sebelumnya. Tujuannya agar tahu, apa saja hal yang akan saya lakukan di sana. 

Singkat cerita, saya jadi ikut dengan teman-teman saya motoran ke pantai. Tujuan kami adalah Pantai Criwik, salah satu pantai selatan di kebumen. Saya belum pernah ke sana, padahal letaknya persis bersebelahan dengan pantai suwuk, yang dulu sering saya kunjungi. Sudah lama sekali saya tidak menikmati suasana pantai.

Diperjalanan saya dibuat kesal. Bagaimana tidak, Jalan Karangbolong yang kami lewati banyak yang berlubang, khususnya ketika kami lewat jalan di daerah Kecamatan Buayan. Saking banyaknya lubang besar dan cukup dalam, rasanya seperti akan melakukan aksi akrobatik melewati rintangan, ditambah lagi kondisi lubang yang tergenang air hujan, yang mana kita tidak tahu seberapa dalam lubang itu. Jika salah, kita bisa jatuh karena roda menginjak lubang di jalan aspal. Tidak hanya di Jalan Karangbolong saja, banyak jalan alternatif lain di sebagian wilayah Kabupaten Kebumen yang rusak.

Di jalan depan pintu masuk kami mencari cara untuk masuk pantai criwik melalui jalan yang tidak dijaga petugas agar bisa masuk gratis, kata teman saya. Saya ikuti saja, akhirnya kami masuk melalui pintu keluar pantai suwuk karena memang bersebelahan dan jaraknya lumayan dekat. Lalu menyusuri jalan kecil hingga sampai pantai criwik yang ada di sebelah timur. Setelah memarkirkan motor, saya terheran-heran karena masuknya melalui pintu keluar! Ternyata, agar dikira warga sekitar katanya, ealah. 

Di pantai suasananya sangat sepi dari pengunjung, hanya ada kami berempat. Ada deberapa pemancing yang sedang mondar-mandir, serta para nelayan yang sedang berlayar dengan perahunya. Kami beristirahat sejenak di tali yang dipasang di antara pohon, bentuknya mirip seperti Hammock, tapi dari tali yang dirajut menyerupai jaring. Di situ kami bercanda ria dengan mengayunkan tali itu, karena terlalu kencang, talinya malah putus dan gubrakk, teman saya terjatuh ke pasir. Kami semua tak henti-hentinya tertawa karena mengalami kejadian itu, hahaha.

Kami bertiga memutuskan untuk mencari kerang, tapi saya tidak yakin karena tidak bisa masak, untungnya salah satu dari kami ada yang jago masak. Akhirnya serius jadi mencari kerang. Satu teman saya lagi tidak ikut mencari, katanya sih sedang tidak enak badan. Padahal sudah mempersiapkan diri ke air. Cuaca waktu begitu terik namun tetap sejuk, tanpa saya sadari kulit saya mulai menggelap.

Ada kejadian tak terduga ketika kami mencari kerang, yaitu ketika saya sedang menggali pasir di dalam air, beberapa kali saya tidak sengaja menangkap hewan bertekstur lunak dan licin. Saya kaget dan langsung loncat, yang saya takutkan adalah kalau saya tak sengaja memegang hewan yang bentuknya menggelikan seperti gurita, ualar, atau jangan-jangan ubur-ubur. Lalu ketika mendapati lagi, saya langsung lempar ke daratan, oh ternyata itu beneran ikan kecil, bentuknya seperti ikan sapu-sapu, namun tidak bersisik. Lumayan, dapat yang berdaging. Namun sayang, ikan tadi tidak jadi menu santapan kami karena kami semua terhantam ombak nesar dari belakang, ikan tadi akhirnya kembali lagi ke habitatnya.



Saat kerang-kerang yang kami dapat sudah cukup, kami bergegas untuk pergi. Pada waktu siang hari juga ombaknya sudah sangat tinggi, terlalu beresiko terseret ombak. Kami keluar dari area pantai dan karena hari ini adalah hari Jum'at dan sudah siang, jadi kami bergegas pergi. Saking gugupnya serta kaki saya yang kotor banyak pasir yang menempel, terpaksa saya naik motor tanpa memakai sepatu, padahal lumayan jauh perjalanan pulang dari pantai, lagipula siapa yang peduli.

Sekitar pukul satu siang, kami ada di objek wisata kolam pemandian mata air alami bernama Langen Ujung di kecamatan Buayan. Rencananya kami akan berenang, di sini suhu airnya sangat dingin. Walau cuaca waktu itu sangat terik, airnya tetap dingin. Mungkin karena airnya bersumber dari mata air alami pegunungan, dan air di sini selalu mengalir melalui pembuangan. Baru lima menit saja berenang, saya sudah kedinginan sampai menggigil.

Baca juga:  Kolam Pemandian Mata Air Langen Ujung Buayan, Kebumen

Jika lapar, kalian bisa membeli aneka makanan di sini, banyak warung-warung yang berjualan makanan di area ini. Untuk fasilitas umum jangan khawatir, karena sudah di sediakan fasilitas kamar mandi atau kamar ganti secara resmi dari pengelola, tentunya gratis. Tapi jika kalian menggunakan kamar ganti yang disediakan warga sekitar atau pemilik warung akan dikenakan biaya, hanya dua ribu saja. Kami memilih menu bakso, cocok dimakan setelah berenang karena kedinginan. 


Setelah beberapa jam menghabiskan waktu di kolam pemandian, kami beranjak keluar. Sepulang dari pantai saya memang belum mengecek sepatu saya, karena selama perjalanan sepulang dari pantai siang tadi dititipkan teman saya. Alangkah kagetnya, sepatu saya hanya tinggal sebelah, sebelahnya lagi tak tahu entah ke mana. Saya kira teman-teman saya sedang bercanda, eh ternyata mereka benar-benar serius. Saya langsung syok. Sepatu itu tinggal satu satunya di online yang tersedia, dan untuk mencari ukuran yang sesuai dengan kaki saya juga susah. Saya mencoba untuk tenang, saya dan teman saya yang lain pulang duluan untuk mempersiapkan hasil tangkapan kami, dan dua orang lainnya bersedia menyusuri jalan yang dilalui sebelumnya. Diperjalanan saya dilanda kegalauan, karena sneaker yang hilang adalah sneaker kesayangan saya, ditambah saya harus nyeker, malunya bukan main. 

Di pasar tradisional, saya sempat berhenti untuk membeli sandal flip-flop yang harganya Rp 59.000,-. Kami lanjut menuju tempat janjian di sebuah warung kopi, sambil menunggu dua teman saya yang sedang menyusuri jejak sneaker saya yang hilang sebelah. Di warung kopi saya merasa lebih tenang dan ikhlas jika sneaker saya tidak ditemukan, dua orang teman saya lalu datang membawa sneaker saya yang hilang. Alhamdulillah ketemu juga, meringis.


4 komentar
  1. Wah, seru banget mas. Liburan bareng kawan-kawan emang seru, hehehe

    BalasHapus
  2. belum rejeki ini mah sepatunya y mas

    BalasHapus

komentarnya dongg...

Jangan lupa centang "Notify me" / "Beri tahu saya" biar kamu dapat notif, kalo ada yang balas komentarmu.