Pengalaman Pertama Nonton Film di Bioskop CGV Purwokerto

Baru saja pulang dari pantai. Di perjalanan pulang, saya dibonceng naik sepeda motor oleh teman saya Fadil. Saya bercakap tentang pengalaman nonton di bioskop. Kebetulan juga karena ada teman saya yang lain sebelumnya mengajak saya untuk nonton film karena ada beberapa judul film yang sedang hype. Kami berniat untuk datang ke bioskop di Purwokerto. Lumayan jauh dari tempat tinggal saya di Kebumen. Waktu itu kami berdua memang sama sekali belum pernah datang ke bioskop. Agak "ndeso" memang (kampungan).

Ada dua faktor alasan kenapa saya sama sekali belum pernah ke bioskop. Pertama, belum ada fasilitas bioskop di dalam kota. Tiap kali ingin nonton film di bioskop harus pergi ke kota sebelah. Agak males sebenarnya hanya karena ingin nonton sebuah pertunjukan film harus jauh-jauh ke luar kota. Kedua, saya lebih senang nonton film melalui layanan streaming online. Walau pengalaman nonton yang tidak terlalu bagus, seperti visual dan audio yang kurang oke. Tapi setidaknya saya lebih suka dan menikmati alur sebuah film ketika menonton film sendiri.

Keesokan paginya...

Tanpa banyak pikir panjang, setelah sarapan kami langsung tancap gas menuju rumah teman saya yang lain. Ngengg... Ternyata ada temannya teman saya lagi. Total ada enam orang yang ikut, termasuk saya. Kami berencana untuk menonton film berjudul Dr. Strange: In the Multiverse of Madness yang sedang ramai diperbincangkan. Sebagai fanboy, saya sangat antusias. Terlebih ini adalah pengalaman pertama saya nonton di bioskop. Dalam perjalanan kami sempat khawatir karena sepeda motor teman saya yang lain agak kewalahan melewati tanjakan curam. Saya sih cuek. Karena saya dibonceng, dengan wajah cengar-cengir, dalam hati saya berkata "Ayo, kamu bisa, kamu pasti bisa." Haha

Sampai di pusat bioskop bernama Rajawali Cinema Purwokerto. Kami bergegas masuk dan membayar parkir. Ternyata pengunjung di sini membludak sangat ramai. Terlihat antrian pembelian tiket sangat panjang. Sambil membaca situasi untuk memastikan apakah kami akan mendapat kursi nonton atau tidak. Sayangnya kami tidak kebagian tiket. Kalaupun dapat, mungkin terlalu lama dan kebagian nonton pada malam hari.  

Akhirnya kami tancap gas keluar dari area Rajawali Cinema untuk menuju alternatif di bioskop lain yaitu CGV di salah satu mall Purwokerto. Mana tadi sudah bayar parkir. Tapi ya sudahlah daripada sudah jauh-jauh ke luar kota tidak mendapatkan apa-apa.

Sampai di Mall sekitar pukul 11.00. Kami mencari parkir di halaman belakang mall. Kemudian masuk ke mall dan seperti biasa karena pandemi belum usai, kami selalu dihadang petugas berseragam hitam yang menodongkan alat pengecek suhu yang bentuknya mirip pistol. Kami langsung menuju CGV. Kalau tidak salah di lantai empat. Beberapa kali kami harus menaiki eskalator.
 
Situasi di CGV juga tak jauh berbeda dari Rajawali Cinema, sangat antri. Saya yang tidak tahu apa-apa hanya melihat antrian orang yang sedang booking kursi bioskop. Sebenarnya saya kecewa karena hampir semua kursi belakang telah dibooking terpantau monitor. Empat teman saya tidak jadi nonton. Akhirnya saya dan Fadil memesan untuk jadwal penayangan film jam tiga sore. Itu pun kursi yang didapat adalah kursi yang ada di paling depan.

Sembari menunggu sore, kami semua jalan-jalan dulu di mall. Kami semua kelaparan! Kemudian kami menyempatkan untuk mampir di gerai Gramedia. Tidak sampai beli buku, hanya melihat-lihat. Tapi beberapa dari kami ada yang membeli buku novel. Kami kebingungan cari makan, antara terlalu banyak tempat makan atau tidak punya uang. Kami memilih untuk makan di salah satu kedai bernama tong tjie. Sumpah siang bolong saya pesan nasi goreng yang harganya 30rb. Agak sayang ya, di penjual kaki lima satu porsi paling hanya 15ribu. Tak heran, sewa tempat jualan di Mall tidak murah bos. Imbasnya akumulasi harga jadi tinggi.

Karena jadwal penayangan masih beberapa jam lagi. Saya dan Fadil keluar mall untuk jalan-jalan di sekitaran kota dan beristirahat di masjid di sebelah alun-alun Purwokerto.

Time to watch the show - Inside The Cinema

Sekitar jam tiga saya kembali ke CGV. Begitu antusias untuk menyaksikan film yang saya tunggu-tunggu. Ketika di persilahkan saya memasuki lorong dan tiket kami diserahkan ke petugas. Kemudian saya duduk bersebelahan di sebelah kursi teman saya. Kalau dibandingkan seperti berada di dalam teater, tapi dengan pertunjukan digital. Belum pernah ke teater juga sih.

Impresi pertama, saya terkesima melihat layar sebesar dinding. Karena saya mendapat kursi paling depan bawah jadi pengalaman nonton saya tidak terlalu nyaman. Belum lagi harus agak mendongak ke atas untuk melihat frame film. Sudut pandang saya terhadap frame jadi tidak sempurna. Saya langsung kepikiran harus nonton ulang di rumah. Paling tidak saya sudah tidak penasaran dengan pengalaman nonton film di bioskop.

Hal yang kurang suka adalah audio yang terlalu powerful. Kesannya seperti menghilangkan efek suara realistis suasana film. Meski saya banyak mengeluh, tapi semuanya masih oke. Fasilitas di CGV juga lengkap, dari self ticketing, pop corn zone, dan toilet.

2 komentar
  1. whahaha, first time banget nih nonton bioskop ya bang, besok besok cobain yang sweetbox di CGV bang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. agak agak katro emang.

      wahh sweet box itu kursi buat berdua ya? saya lebih seneng sendiri

      Hapus

komentarnya dongg...

Jangan lupa centang "Notify me" / "Beri tahu saya" biar kamu dapat notif, kalo ada yang balas komentarmu.