Momok Mengerikan di Kala Lebaran

Salah satu hal yang saya suka menjelang hari raya Idul Fitri adalah ketika THR sudah mulai terendus. Antusias menjelang lebaran mendadak menjadi berkali-kali lipat. Empuk aja gitu dibayangin. Ah jadi rindu waktu masih anak-anak keliling kampung, saku penuh lembaran uang dari saudara dan tentangga. Ujung-ujungnya uang dipegang emak.

Tradisi masyarakat menjelang lebaran biasanya sudah mulai persiapan membuat aneka makanan khas yang memang biasanya banyak dijumpai di momen lebaran. Mulai dari kue kering seperti Putri Salju, Kastangel, nastar, kue kacang, dll. Belum lagi hidangan-hidangan spesial di hari hari raya seperti opor ayam atau ketupat. Mau makan di mana aja sambil keliling ke rumah tetangga dan saudara semua ada. Yang bikin antusias itu makanannya yang unik-unik. Belum lagi kalau ditawari makan masakan saudara, diperjalanan biasanya sambil nahan BAB.

Amirul Faozi
Saya dan kakak-kakak sepupu 


Lebaran kali ini sama seperti tahun-tahun lalu. Karena saya tinggal anak bungsu satu-satunya, setelah sholat Idul Fitri saya sungkem sama ayah dan ibu saya. Setelah itu saya pergi ke rumah kakak-kakak sepupu saya untuk ikut bermaaf-maafan keliling kampung karena saya sendirian. Ibu dan Ayah saya tetap di rumah menerima tamu.

Tapi jujur, meski momen lebaran hari yang dinanti-nanti sebagai ajang silaturahmi, tetap saja ada momen centil dan malah terkesan jadi ajang kepo. 

Biasanya kalau cewek ditanya macam-macam sama emak-emak muda atau ibu-ibu gaul. Kalau saya amati, pertanyaan mengerikan adalah tentang jodoh. Saya sering melihat sepupu-sepupu perempuan saya ditanyai banyak hal terutama soal kapan nikah. Kalau cowok paling ditanyai kerja di mana, ujung-ujungnya tanya gajinya berapa. Kalau sudah begitu, mulut yang lain biasanya ikutan kepo. Untungnya kalau ada anak kecil yang masih balita bisa jadi pengalihan isu, karena bisa diajak main-main. Bukannya apa-apa, capeknya itu ketika mampir ke rumah lain ditanyai pertanyaan sejenis. Males aja gitu jawab terus-menerus dari pertanyaan yang sama.

Biasanya anak laki-laki ditanya kerja di mana, atau saling adu nasib. Ada yang bersyukur masih diberi pekerjaan lah, ada juga yang berharap lebih. Kalau bapak-bapak beda lagi. Barisan para bapak biasanya stay cool, berwibawa dan sedikit omongan. Tapi kadang-kadang ikut ngedumel juga masalah isu terkini seputar kampung.

Kali ini nggak ada yang berkomentar soal saya, nggak ada yang nanya kapan nikah. Paling hanya beberapa yang tanya saya kerja di mana. Tapi ada momen ketika ada tuan rumah yang salah mengira saya adalah saudara saya. Ya, beberapa dari kami sekumpulan cucu satu nenek memang banyak yang mirip-mirip. Jadi nggak heran orang kampung banyak yang nggak ngeh keberadaan saya.

Satu hal yang bikin kuping saya risih adalah ketika beberapa orang mulai berkomentar soal penampilan orang lain. Terutama perempuan yang sering tidak sadar telah melakukan body shaming terhadap saudara yang lain, "kok kurusan sih", "kok kamu jadi kecil banget", "mbak kok gemukan" dan itu diucap berulang-ulang. Saya hanya berharap semoga yang dikomentari nggak baperan. Saya paham mungkin maksud orang yang bertanya mengutarakan kekaguman atas transformasinya. 

Hari raya di kampung memang sangat erat, semua orang ramai-ramai keliling kampung ke rumah sanak saudara untuk saling bermaafan. Maka dari itu di sini saya tak lupa untuk meminta maaf kepada kalian para pembaca yang budiman, bila ada salah kata dalam tulisan di blog ini yang mungkin saja menyinggung atau kurang berkenan. Minal aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin. 

7 komentar
  1. Mohon maaf lahir dan batin mas🙏...wah biasanya kalau momen ngumpul saat lebaran,ya pertanyaan "sepeti kapan nikah..kapan punya anak..kerja di mana...udah jadi tradisi turun temurun yg selalu di tanyakan..padahal kita suka risih dan serba salah menanggapinya.. hehehe

    BalasHapus
  2. Mohon maaf lahir batin, mas Amir :) Wah, mudik memang selalu penuh kekepoan ya hehehe anggap saja itu salah satu bentuk perhatian pada diri kita, ga apa2. Sehat2 selalu mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mohon maaf lahir batin bu :)

      thank you do'a nya bu

      Hapus
  3. Yang sabar ya Mas Amir,

    Zaman masih muda (kayak kesannya udah tua banget ya), pertanyaan seputar "kapan nikah" "kerja dimana". Saya ada nih cerita krik krik tentang pengalaman lebaran pas masih muda hahahah

    http://www.cipusuaib.id/2010/02/sayah-kerja-di-pbb-loh-om.html?q=PBB

    BalasHapus
  4. body shaming dijadikan hal yang lumrah keknya si ya kalo dsni, padahal itumenyakitkan hati

    BalasHapus